Peringati 56 Tahun Wafatnya Bung Karno, GMNI se-Jatim Refleksikan Implementasi Marhaenisme di Era Saat Ini
Senin, Juni 22, 2026
Tulis Komentar
45News.id - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) se-Jawa Timur menggelar forum refleksi ideologis untuk memperingati 56 tahun wafatnya Proklamator sekaligus Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno. Kegiatan khidmat ini dilaksanakan pada Minggu (20/06/2026) bertempat di Joglo Simbah, Desa Sawah, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Momentum ini dimanfaatkan oleh ratusan kader dari berbagai daerah di Jawa Timur untuk mengenang perjuangan Bung Karno sekaligus mendiskusikan relevansi nilai-nilai Marhaenisme dalam menghadapi tantangan kontemporer.
Dalam suasana diskusi yang hangat dan penuh kekeluargaan, para peserta mendalami strategi gerakan mahasiswa agar tetap adaptif tanpa kehilangan arah ideologis. Salah satu narasumber senior, Sriadji, menggarisbawahi bahwa tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini jauh berbeda dengan masa Orde Baru.
“Bentuk tantangan gerakan sekarang berbeda dengan zaman Orde Baru. Dulu ideologi gerakan dibatasi, sedangkan sekarang ruang gerak jauh lebih bebas. Namun kebebasan itu menghadirkan tantangan baru yang harus mampu dijawab oleh kader-kader gerakan,” ujarnya.
Sriaji memaparkan bahwa perkembangan teknologi digital telah mengubah peta gerakan secara masif, mulai dari cara masyarakat menerima informasi hingga membentuk opini publik.
Dirinya menekankan bahwa kader GMNI Jawa Timur dituntut untuk cepat beradaptasi dengan dinamika ruang digital saat ini.
“Perjuangan hari ini juga ikut dipengaruhi algoritma media sosial. Cara menyampaikan gagasan, membangun kesadaran, hingga mengorganisasi massa menjadi berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Ini menjadi tantangan baru bagi gerakan untuk tetap relevan dan mampu menjangkau masyarakat," katanya.
Selain faktor digitalisasi, perubahan mendasar yang sangat krusial juga terlihat pada karakteristik konflik sosial yang berkembang di tengah masyarakat Indonesia. Jika dahulu musuh bersama terlihat jelas, kini dinamikanya jauh lebih kompleks dan berpotensi memecah belah bangsa dari dalam.
“Pada masa Orde Baru, konflik yang dominan bersifat vertikal antara masyarakat dengan pemerintah. Hari ini situasinya berbeda. Konflik banyak terjadi secara horizontal di tengah masyarakat sendiri, baik karena perbedaan identitas, Motif kebutuhan, maupun pengaruh arus informasi digital. Karena itu, gerakan tidak hanya bertugas mengkritik kekuasaan, tetapi juga membangun kesadaran dan solidaritas di tengah masyarakat,” jelas Sriaji.
Pandangan tersebut memicu refleksi mendalam bahwa ajaran Marhaenisme harus terus diaktualisasikan agar tidak berhenti sebagai warisan historis atau sekadar bahan kajian ideologis belaka. Para kader yang hadir di Joglo Simbah sepakat bahwa nilai-nilai yang diajarkan Bung Karno tetap menjadi pijakan utama untuk menjawab isu kontemporer. Aktualisasi ini wajib diwujudkan melalui praktik nyata gerakan yang mampu membentengi masyarakat dari polarisasi sosial, bahaya disinformasi, serta ketimpangan yang masih dirasakan rakyat kecil.
Di samping menjadi wadah refleksi Bung Karno, agenda tahunan ini juga berfungsi sebagai sarana konsolidasi internal organisasi se-Jawa Timur. Melalui forum ini, GMNI mengajak seluruh anggotanya untuk menjadikan pemikiran sang Proklamator sebagai kompas dalam menavigasi gerakan yang progresif dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Penguatan gerak ideologis ini dinilai penting agar arah perjuangan organisasi tetap konsisten dan murni berpijak pada orientasi kerakyatan.
Acara yang menjadi bagian dari rangkaian Bulan Bung Karno ini ditutup dengan komitmen bersama untuk terus menghidupkan api perjuangan nasionalisme. Bagi GMNI se-Jatim, memperingati 56 tahun wafatnya Bung Karno bukan sekadar ritual tahunan untuk mengenang sejarah masa lalu. Kegiatan di Joglo Simbah ini adalah langkah konkret untuk memastikan bahwa semangat Marhaenisme tetap hidup, relevan, dan terus bergerak dalam menjawab tantangan bangsa hari ini serta di masa depan.(js)
Belum ada Komentar untuk "Peringati 56 Tahun Wafatnya Bung Karno, GMNI se-Jatim Refleksikan Implementasi Marhaenisme di Era Saat Ini"
Posting Komentar