Kreativitas Warga Desa Sidokumpul: Mahasiswa KKN Untag Surabaya Berdayakan Ibu PKK Melalui Pelatihan Tie Dye
Rabu, Juli 15, 2026
Tulis Komentar
45News.id — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya sukses menggerakkan kreativitas warga Desa Sidokumpul, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. Melalui program pelatihan kerajinan kain tie dye, para mahasiswa berupaya meningkatkan keterampilan produktif bagi ibu-ibu Tim Penggerak PKK setempat. Kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan yang dilaksanakan selama masa pengabdian mahasiswa di desa tersebut pada 6 hingga 18 Juli 2026.
Penanggung jawab program kerja, Fandy Ardiansyah, mengungkapkan bahwa pelatihan ini dirancang untuk memberikan keterampilan praktis yang mudah diaplikasikan. Meskipun pelatihan teknis hanya berlangsung satu hari penuh, persiapan yang dilakukan tim sudah dimulai sejak hari kelima KKN, mencakup pengadaan bahan pewarna, kain polos, hingga teknik ikat yang tepat agar mudah dipahami warga.
Tantangan utama dalam program ini bukanlah aspek teknis, melainkan membangun kepercayaan warga desa terhadap mahasiswa yang baru dikenal. Fandy menjelaskan bahwa tim KKN telah memulai pendekatan sosial sejak hari keempat dengan terlibat aktif dalam berbagai kegiatan warga, seperti posyandu dan acara keagamaan, guna mencairkan suasana.
"Kedekatan yang terjalin sejak hari-hari awal itu menjadi fondasi penting bagi kepercayaan warga terhadap program-program kerja yang akan dijalankan selanjutnya," ujar Fandy.
Pada hari pelaksanaan, antusiasme ibu-ibu PKK terlihat sangat tinggi. Kain-kain polos yang awalnya sederhana berhasil disulap menjadi karya warna-warni yang estetik melalui teknik ikat celup. Keterbatasan waktu pelaksanaan justru memotivasi tim KKN untuk menyusun rangkaian kegiatan yang padat namun menyenangkan, sehingga seluruh peserta mampu menyelesaikan karyanya tepat waktu.
Keberhasilan program ini terbukti saat hasil karya warga dipamerkan di balai desa pada hari-hari berikutnya. Produk kain tie dye tersebut tidak hanya dipajang, tetapi juga mulai digunakan dengan bangga oleh para warga yang membuatnya. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan singkat tersebut berhasil menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus keterampilan baru bagi ibu-ibu PKK Desa Sidokumpul.
Menutup rangkaian kegiatan pengabdian, Fandy merenungkan nilai mendalam dari pengalaman selama dua belas hari di Sidokumpul. Ia menegaskan bahwa dampak sebuah program kerja tidak selalu bergantung pada durasi pelaksanaannya, melainkan pada ketulusan dan persiapan yang matang untuk merangkul masyarakat.
"Sebuah proker tidak perlu berlangsung lama untuk meninggalkan makna yang panjang," tutur Fandy
Kegiatan KKN Untag Surabaya di Desa Sidokumpul ini diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi ekonomi kreatif warga. Melalui keterampilan tie dye ini, diharapkan warga dapat terus berinovasi dan memanfaatkan potensi kreativitasnya guna mendukung kemandirian ekonomi keluarga di masa depan.(js)
Belum ada Komentar untuk "Kreativitas Warga Desa Sidokumpul: Mahasiswa KKN Untag Surabaya Berdayakan Ibu PKK Melalui Pelatihan Tie Dye"
Posting Komentar