-->
Loading...

Kasus Kekerasan Anak Meningkat, Forum Pendidikan Alternatif Suarakan Lingkungan Aman di Hari Anak Nasional 2026


45News.id — Di tengah tren peningkatan kasus kekerasan terhadap anak yang kian mengkhawatirkan, Forum Pendidikan Alternatif (FPA) Surabaya memanfaatkan momentum peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 untuk menyuarakan perlindungan hak-hak anak. Mengusung tema "Lingkungan yang Aman dan Layak bagi Anak", rangkaian kegiatan ini resmi dimulai melalui gelar wicara atau talkshow interaktif di Surabaya.

Acara pembuka tersebut dihelat pada Sabtu, 18 Juni 2026, bertempat di Gedung Dharma Putra Swadaya, Jalan Sidotopo Wetan Baru 1A/25, Surabaya. Diskusi ini menghadirkan dua narasumber kompeten, yakni akademisi sekaligus psikolog Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, Eli Prasetyo, M.Si., Psikolog, serta Pemimpin Redaksi Project Arek, Miftah Faridl.

Dalam pemaparannya, Eli Prasetyo menyoroti pentingnya aspek tumbuh kembang anak dari sudut pandang teori psikologi guna membentengi mental anak dari potensi ancaman kekerasan.
Sementara itu, Miftah Faridl membedah fakta-fakta di lapangan berdasarkan pengalaman jurnalistiknya. Ia secara khusus mendorong keterlibatan aktif warga di tingkat RT dan RW untuk berembuk bersama merumuskan panduan praktis penanganan kekerasan anak.
 
"Warga di tingkat RT dan RW harus berani duduk bersama membuat panduan penanganan kekerasan di kampung. Terutama ketika pelakunya adalah orang tua sendiri, ini membutuhkan kepedulian kolektif karena perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama kita semua," tegas Miftah di hadapan peserta diskusi.

Kegiatan yang diawali dengan penampilan tarian tradisional dari anak-anak ini sukses menyedot perhatian sekitar 50 peserta. Audiens tampak sangat beragam, mulai dari ibu-ibu warga pendampingan Dharma Putra Swadaya, kalangan mahasiswa, hingga perwakilan komunitas peduli anak di Surabaya.

Antusiasme peserta terlihat jelas saat sesi tanya jawab dibuka. Salah satu momen krusial terjadi ketika seorang nenek secara terbuka menceritakan pengalaman pahit terkait dugaan pelecehan seksual yang menimpa cucunya sendiri, yang langsung ditanggapi secara serius oleh para narasumber sebagai bentuk urgensi perlindungan berbasis komunitas.
Sebagai informasi, FPA merupakan aliansi strategis dari berbagai sanggar dan kelompok belajar yang tersebar di kawasan perkampungan padat penduduk Surabaya. Aliansi ini menaungi Sanggar Pelita Insan Pembelajar (Pijar), Sanggar Merah Merdeka, Sanggar Alang-alang, Dharma Putra Swadaya, Karya Kasih Putra, Novaloka, dan Almakarya, yang konsisten memberikan pendampingan berkelanjutan bagi anak-anak di kawasan pinggiran kota.
Ketua Pelaksana HAN 2026, Mahrawi, menegaskan bahwa peringatan tahun ini dirancang bukan sekadar seremoni tahunan belaka.

"Mari kita jadikan peringatan Hari Anak Nasional lebih dari sekadar seremonial tahunan, tetapi ruang untuk menjaga dan merawat hak anak dengan memberikan mereka ruang untuk bersuara, berekspresi, dan melindungi hak mereka. Karena masa depan bangsa dipertaruhkan di sini," ujar Mahrawi.

Rangkaian peringatan Hari Anak Nasional 2026 oleh FPA tidak berhenti pada sesi talkshow semata. Puncak acara akan dilanjutkan dengan Pentas Seni yang dijadwalkan berlangsung pada 25 Juli 2026 pukul 14.00 WIB di Gedung Widya Kartika, Jalan Dukuh Kupang Timur XIII, Surabaya.

Belum ada Komentar untuk "Kasus Kekerasan Anak Meningkat, Forum Pendidikan Alternatif Suarakan Lingkungan Aman di Hari Anak Nasional 2026"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel