Gelar Pelatihan Jurnalistik Batch 2, Ketua PA GMNI Surabaya Abdi Edyson Tekankan Gagasan Digital Sebagai Senjata Perjuangan Baru
Sabtu, Juni 13, 2026
Tulis Komentar
45News.id – Pelaksanaan Pelatihan Jurnalistik Batch 2 yang digelar oleh DPC GMNI Surabaya Raya berkolaborasi dengan Rumah Literasi Digital menjadi momentum penting bagi arah pergerakan kader. Acara yang di adakan pada pada hari rabu (10/6/2026) ini dihadiri langsung oleh Ketua Persatuan Alumni (PA) GMNI Surabaya, Abdi Edyson, yang memberikan atensi besar terhadap masa depan literasi kader se-Jawa Timur.
Kehadiran Abdi Edyson di tengah-tengah puluhan kader dan alumni muda ini membawa dampak strategis yang signifikan. Sebagai senior sekaligus pucuk pimpinan alumni di Surabaya, ia hadir bukan sekadar memberikan seremonial sambutan, melainkan meletakkan landasan berpikir baru bagi para peserta mengenai bagaimana ideologi Marhaenisme harus diaktualisasikan di tengah derasnya arus disrupsi teknologi siber.
Dalam poin utama sambutannya, Abdi Edyson secara tegas menyoroti urgensi transformasi dalam tubuh gerakan mahasiswa. Ia mengingatkan bahwa metode pergerakan konvensional harus segera diperluas cakrawalanya. Menurut Edyson, kader hari ini tidak boleh lagi gagap teknologi, melainkan harus mampu menaklukkan ruang siber demi mengawal kebijakan publik dan menjaga intelektualitas organisasi.
"Perjuangan ideologis hari ini tidak lagi hanya mengandalkan kekuatan fisik di jalanan atau kepalan tangan di udara, melainkan keunggulan gagasan dan dominasi narasi di dunia maya," ujar Abdi Edyson membakar semangat para peserta yang hadir.
Lebih lanjut, Edyson memberikan pesan-pesan mendalam agar gawai dan platform digital yang dipegang oleh setiap kader tidak hanya digunakan untuk hal yang konsumtif. Ia menuntut agar seluruh instrumen digital tersebut diubah fungsinya menjadi "senjata baru" di garis depan perjuangan, khususnya dalam memproduksi karya-karya jurnalistik yang cerdas, berbasis data, serta sarat akan kedalaman analisis.
Sorotan tajam dari Ketua PA GMNI Surabaya ini sejalan dengan apa yang disampaikan oleh pemateri utama, Ali Masduki. Sebagai Spesialis Riset Visual dari Rumah Literasi Digital, Ali ikut memperkuat pesan Edyson dengan menegaskan bahwa jurnalisme progresif merupakan alat perlawanan yang elegan.
"Mendidik rakyat dengan pergerakan, mendidik penguasa dengan perlawanan. Sebab diam adalah bentuk pengkhianatan," ungkap Ali mengamini visi transformasi digital tersebut.
Pesan dan arahan dari Abdi Edyson ini sekaligus menjadi kompas moral bagi jalannya pelatihan. Dirinya berharap, lewat bimbingan dari Rumah Literasi Digital, para peserta tidak terjebak pada pragmatisme industri media atau sekadar mengejar tren kosmetik tanpa isi, melainkan tetap menjaga standar etika jurnalistik yang objektif dan berpihak pada kebenaran.
Melalui dorongan kuat dari Ketua PA GMNI Surabaya Abdi Edyson, Pelatihan Jurnalistik Batch 2 ini diproyeksikan tidak berhenti sebagai agenda seremonial belaka. Output pasca-pelatihan ini diarahkan secara terstruktur untuk melahirkan barisan jurnalis muda dan pembuat konten (content creator) berbasis ideologis yang siap membanjiri ruang publik digital dengan narasi-narasi pembelaan terhadap kaum Marhaen.
Belum ada Komentar untuk "Gelar Pelatihan Jurnalistik Batch 2, Ketua PA GMNI Surabaya Abdi Edyson Tekankan Gagasan Digital Sebagai Senjata Perjuangan Baru"
Posting Komentar