Naura Shifa: Representasi Siswa Multitalenta di Tengah Keterbatasan SDN 4 Kendangsari
Jumat, Juni 19, 2026
Tulis Komentar
45News. Id - Di tengah kemeriahan acara Purna Widya dan Pentas Seni SDN 4 Kendangsari, sebuah kejutan manis muncul dari sosok mungil yang naik ke atas panggung dengan penuh percaya diri. Riuh tepuk tangan penonton mengiringi langkah Naura Shifa Az Zahra, siswi kelas 1 SD asal Rungkut Mejoyo, saat ia mulai melantunkan tausiyah bertema 1 Muharram. Retorika dan cara bicaranya yang matang seolah menyembunyikan fakta bahwa ia adalah pendatang baru di dunia pendidikan dasar.
Namun, kejutan sesungguhnya terjadi tepat setelah gema dakwahnya berakhir di telinga hadirin. Tanpa menunggu lama, bocah yang akrab disapa Naura ini segera bergegas ke belakang panggung untuk berganti kostum. Hanya dalam hitungan menit, ia kembali muncul di hadapan publik, namun kali ini bukan sebagai dai cilik, melainkan sebagai penari yang luwes mengikuti irama musik.
Kemampuan Naura berpindah peran dari seorang pendakwah ke penari dalam satu waktu bukanlah hal yang biasa bagi anak seusianya .
"Iya, tadi sempat deg-degan sedikit, tapi seru karena sudah biasa ikut lomba. Habis ceramah tadi langsung buru-buru ganti baju buat nari. Aku emang suka dua-duanya, suka ngomong di depan orang dan suka menari juga," ujar Naura sambil menebar senyum cerianya.
Dibalik performa luar biasa itu, Naura ternyata hanya membutuhkan waktu dua hari untuk mempersiapkan materi tausiyah dan hafalannya. Rahasianya terletak pada bimbingan intensif sang ibu yang menjadi mentor utama di rumah. Sang ibu berperan besar mulai dari melatih kelancaran berbicara, mengasah gerakan tari, hingga memoles mental bertandingnya agar tidak goyah di depan banyak orang.
Fenomena siswa multitalenta seperti Naura rupanya menjadi cerminan unik dari kondisi SDN 4 Kendangsari. Kepala Sekolah, Shofy Alfu Khasanah, M.Pd., menjelaskan bahwa letak sekolah yang dikelilingi oleh pemukiman mahasiswa membuat jumlah murid mereka menjadi yang paling sedikit di wilayah Rungkut. Kondisi ini memaksa sekolah untuk menerapkan strategi khusus dalam menjaring minat dan bakat siswa agar tetap bisa bersaing.
"Karena murid kami sedikit, mencari bakat itu susah-susah gampang. Kalau murid banyak mungkin mudah, tapi di sini, satu anak biasanya bisa mengikuti hampir lima ekstrakurikuler sekaligus," jelas Shofy Alfu Khasanah. Strategi ini secara alami membentuk siswa-siswanya menjadi individu yang serba bisa dan mampu mengisi berbagai peran dalam satu acara.
Shofy menambahkan bahwa melihat satu siswa tampil dalam tiga hingga lima pertunjukan berbeda adalah hal yang lazim di sekolahnya. Hal ini bukan semata-mata karena kekurangan orang, melainkan bentuk apresiasi sekolah untuk menggali potensi terdalam anak didik mereka.
"Akhirnya itu tadi, ada satu anak itu bisa tiga penampilan sekaligus, termasuk yang tampil nari tadi," tambahnya merujuk pada aksi Naura.
Upaya sekolah dalam mengasah kreativitas dan rasa percaya diri ini terbukti membuahkan hasil manis. Meskipun dengan dana yang sangat terbatas dan jumlah siswa yang sedikit, SDN 4 Kendangsari mampu menunjukkan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk melahirkan bibit-bibit unggul yang berani tampil di depan publik. Dukungan gotong royong antara sekolah dan wali murid menjadi bahan bakar utama bagi kesuksesan anak-anak seperti Naura.
Bagi Shofy, prestasi anak didik di atas panggung adalah kebanggaan yang tak ternilai harganya. Ia berharap bakat-bakat ini terus berkembang seiring dengan penguatan karakter yang menjadi fondasi utama di sekolahnya.
"Pesan saya nomor satu adalah jaga akhlaknya. Karakternya dijaga karena bagaimanapun juga kita jadi apapun itu yang dilihat adalah karakter," pungkasnya memberikan pesan mendalam bagi seluruh siswanya.(js)
Belum ada Komentar untuk "Naura Shifa: Representasi Siswa Multitalenta di Tengah Keterbatasan SDN 4 Kendangsari"
Posting Komentar