-->
Loading...

E-Sport Berprestasi Tanpa Meninggalkan Akademisi: Rahasia SDN 4 Kendangsari Cetak Atlet Mobile Legends

 

45News. Id - SDN 4 Kendangsari membuktikan bahwa permainan video tidak selalu berdampak negatif jika dikelola dengan edukasi yang tepat. Melalui ekstrakurikuler komputer yang mencakup cabang Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), sekolah ini berhasil mencetak prestasi gemilang di tingkat Jawa Timur. Keberhasilan ini bermula dari komitmen sekolah untuk mengarahkan minat anak-anak ke arah yang produktif dan kompetitif, namun tetap menjunjung tinggi kedisiplinan akademis di ruang kelas.

Kunci utama dari kesuksesan ini adalah program rutin yang dinamakan "Mabar Sehat" (Main Bareng Sehat). Dibina langsung oleh dua Teacher Ambassador resmi MLBB, salah satunya adalah Erwin Prasetyo, program ini bertujuan memberikan wadah bagi siswa untuk belajar cara bertanding yang sportif. Melalui "Mabar Sehat", para siswa tidak hanya sekadar bermain, tetapi diberikan bimbingan mengenai etika, perilaku, dan cara menghadapi lawan maupun rekan setim dengan kepala dingin.

Pendidikan melalui game di SDN 4 Kendangsari difokuskan pada pengembangan strategi dan karakter. Coach Erwin Prasetyo menjelaskan bahwa Mobile Legends memiliki konsep dasar yang mirip dengan catur atau permainan tradisional "benteng-bentengan", di mana penguasaan strategi dan kerja sama tim menjadi penentu kemenangan. Siswa diajarkan untuk memahami role masing-masing, mengatur tempo permainan, serta belajar dari kekalahan tanpa harus saling menyalahkan.

"Kita bimbing setiap bulan itu ada 'Mabar Sehat' dengan ketentuan dan syarat. Salah satunya tidak boleh berkata kotor, ngomong jorok, toxic, atau ngejek teman maupun lawan. Di zaman saya dulu, kita tidak pernah diajari bagaimana main game yang baik dan benar, bertanding secara sportif itu seperti apa. Nah, di sini kita edukasi perilakunya, baik di dalam maupun di luar game," tegas Erwin Prasetyo saat wawancara oleh tim super radio, kamis (18/6/2026)


Keistimewaan program e-sport di sekolah ini adalah adanya sinergi ketat dengan nilai akademik. Sekolah menerapkan aturan bahwa prestasi di arena digital tidak boleh melampaui kewajiban di sekolah. Siswa yang ingin berpartisipasi dalam turnamen atau kegiatan "Mabar Sehat" harus memiliki rekam jejak nilai yang baik dan tidak sedang dalam masa perbaikan atau remedi.

"Kita punya syarat, nilai harus bagus. Mereka yang nilai akademisnya tidak bagus dan sedang remedi tidak diperbolehkan mengikuti 'Mabar Sehat'. Jadi, selain mereka fokus di in-game*, mereka juga wajib fokus di akademisnya. Prestasi game harus berbanding lurus dengan prestasi di kelas," tambah Erwin Prasetyo menjelaskan sistem disiplin yang diterapkan sekolah.(18/6/2026)

Dari sistem pembinaan yang ketat ini, muncul satu nama siswa yang sangat menonjol, yakni Lutfi. Meskipun baru duduk di kelas 4 SD, Lutfi telah menunjukkan bakat luar biasa dengan kemampuan adaptasi yang cepat di berbagai posisi permainan. Kemampuannya membaca strategi lawan dan kerja sama tim yang solid membuatnya terpilih menjadi salah satu pemain paling potensial di sekolah tersebut.

Puncak prestasi Lutfi terjadi saat ia berhasil meraih penghargaan sebagai Best EXP Laner terbaik se-Jawa Timur dalam turnamen Goes to School. Pencapaian ini sangat fenomenal karena Lutfi merupakan satu-satunya siswa kelas 4 yang berhasil masuk dalam jajaran lima pemain terbaik, bersaing ketat dengan para pemain yang mayoritas sudah duduk di kelas 6 SD. Gurunya juga mengonfirmasi bahwa Lutfi adalah anak yang cerdas secara akademik, membuktikan bahwa pemain e-sport juga bisa menjadi siswa berprestasi.

Kepala Sekolah SDN 4 Kendangsari, Shofy Alfu Khasanah, M.Pd., menyatakan rasa bangganya atas pencapaian luar biasa ini. Berkat prestasi anak didiknya yang masuk dalam jajaran lima besar di Jawa Timur, pihak sekolah mendapatkan apresiasi tinggi, termasuk reward bagi guru pembimbing untuk menyaksikan kejuaraan e-sport dunia(M7 Series Event) di Jakarta . Tak hanya itu, para siswa juga berhasil membawa pulang hadiah berupa 35.000 diamond Mobile Legends yang jika diuangkan mencapai nilai jutaan rupiah.

"Kita itu menang Jawa Timur, juara lima besar, itu luar biasa karena pesertanya dari berbagai jenjang. Sampai gurunya dapat reward ke Jakarta untuk menyaksikan e-sport dunia. Anak-anak juga dapat hadiah 35.000 diamond(9,5 jt - 10jt Kalau di rupiahkan) dari lomba tersebut. Namun kembali lagi, pesan saya nomor satu adalah jaga akhlaknya. Karakternya dijaga, karena jadi apapun kita nanti, yang dilihat tetaplah karakter," pungkas Shofy Alfu Khasanah menekankan pentingnya keseimbangan prestasi dan budi pekerti.(js)

Belum ada Komentar untuk "E-Sport Berprestasi Tanpa Meninggalkan Akademisi: Rahasia SDN 4 Kendangsari Cetak Atlet Mobile Legends"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel