GMNI Surabaya Raya Tegaskan Narasi Digital Sebagai "Medan Pertempuran Baru" Kader Marhaenis
Rabu, Juni 10, 2026
Tulis Komentar
45News.id – DPC GMNI Surabaya Raya sukses menggelar Pelatihan Jurnalistik Batch 2 yang diikuti oleh 33 kader dari berbagai penjuru Jawa Timur pada Hari Rabu (10/6/2026) di Cafe Hanaka Sosial Space Wonokromo. Acara ini menandai pergeseran paradigma besar dalam tubuh organisasi, di mana perjuangan mahasiswa kini tidak lagi hanya diidentikkan dengan aksi turun ke jalan, melainkan juga penguasaan gagasan di ruang siber. Pelatihan ini bertujuan membekali kader agar mampu mendominasi narasi digital sebagai medan pertempuran ideologi baru untuk menyuarakan hak-hak kaum Marhaen secara lebih luas dan instan.
Ketua DPC GMNI Surabaya Raya, Ni Kadek Ayu Wardani, menegaskan bahwa di era digital, kader harus memperluas cakrawala mengenai arti perjuangan yang melampaui batas-batas fisik. Ia menekankan bahwa dominasi narasi di dunia maya merupakan kunci untuk memenangkan pertempuran gagasan saat ini.
"Perjuangan ideologis hari ini tidak lagi hanya mengandalkan kekuatan fisik di jalanan, melainkan keunggulan gagasan dan dominasi narasi di dunia maya," ujar Ni Kadek Ayu Wardani saat membuka acara tersebut.
Lebih lanjut, transformasi pergerakan ini menempatkan penulisan esai tajam dan produksi konten kreatif sebagai instrumen yang mampu memengaruhi opini publik. Kekuatan narasi digital yang berbasis data diyakini memiliki daya dobrak yang kuat untuk menekan kebijakan penguasa tanpa harus selalu mengandalkan mobilisasi massa. Bagi GMNI Surabaya Raya, pena dan gawai di tangan kader adalah senjata utama untuk melanjutkan "jalan pedang" jurnalisme progresif revolusioner yang adaptif dengan perkembangan zaman.
Pemateri dari Rumah Literasi Digital (RLD), Ali Masduki, mengingatkan para peserta bahwa jurnalisme bagi kader GMNI adalah instrumen untuk mendidik rakyat. Ia memandang kemampuan jurnalistik sebagai senjata intelektual agar arah perjuangan organisasi tetap memiliki pijakan data yang kokoh.
"Jurnalisme bukanlah sekadar profesi mencari berita, melainkan instrumen perjuangan untuk mendidik rakyat melalui pergerakan ide dan gagasan yang kita sebarluaskan," tegas Ali Masduki dalam penyampaian materinya.(10/6/2026)
Strategi ini juga bertujuan melanjutkan tradisi besar para pendiri bangsa yang merupakan jurnalis-jurnalis ulung di zamannya. Ali menekankan bahwa kemerdekaan Indonesia pun tidak lepas dari ketajaman pena para pemikirnya seperti Bung Karno dan Tan Malaka. Kader GMNI dituntut untuk tidak membiarkan akses digital yang mereka miliki terbuang sia-sia dengan menjadi konsumen pasif, melainkan harus aktif memproduksi konten yang membongkar ketimpangan sosial di masyarakat.
Amru, peserta delegasi dari DPC GMNI Blitar, menyatakan bahwa pelatihan ini sangat relevan untuk mempertajam sikap kritis mahasiswa.
"Memang benar kalau di era sekarang itu perjuangan tidak hanya turun ke jalan, tapi masih banyak hal yang bisa kita lakukan dengan bekal pelatihan ini," ungkap Amru(10/6/2026)
Upaya ini diharapkan mampu menjadikan kader GMNI sebagai produsen kebenaran yang konsisten menyuarakan aspirasi rakyat bawah yang sering kali terabaikan oleh media arus utama.(js)
Belum ada Komentar untuk "GMNI Surabaya Raya Tegaskan Narasi Digital Sebagai "Medan Pertempuran Baru" Kader Marhaenis"
Posting Komentar