Bukan Oposisi 'Abu-Abu', PDIP Tegaskan Posisi Penyeimbang Kawal Pemerintahan Prabowo hingga 2029
Minggu, Juni 21, 2026
Tulis Komentar
45News.Id – Posisi politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto akhirnya terjawab gamblang. Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP, Said Abdullah, menegaskan bahwa partainya memilih jalan sebagai kekuatan penyeimbang yang objektif-proporsional, sekaligus membantah tudingan bahwa sikap politik tersebut merupakan langkah yang "abu-abu".
Sikap resmi ini diambil berdasarkan keputusan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDI Perjuangan. Menurut Said, model politik penyeimbang ini sengaja dipilih karena kondisi politik di tanah air tidak bisa disamakan begitu saja dengan negara-negara Barat yang menerapkan sistem oposisi mutlak terhadap jalannya pemerintahan.
Said Abdullah menjelaskan, sebagai penyeimbang, PDIP akan menempatkan kepentingan rakyat di atas keuntungan elektoral partai. "Ditegaskan sendiri oleh Ibu Ketua Umum, sebagai penyeimbang, PDI Perjuangan bersikap objektif-proporsional sehingga apabila kinerja dan kebijakan pemerintah bagus untuk rakyat, maka kami memberikan dukungan hingga 2029," ujar Said dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (20/6/2026).
Sebaliknya, Said menambahkan bahwa PDIP tidak akan segan untuk melayangkan kritik jika ada kebijakan yang dinilai kurang berpihak pada rakyat. "Kalau kebijakan dan kinerja pemerintah kurang bagus, PDI Perjuangan akan mengingatkan secara konstruktif, karena kami menginginkan Presiden Prabowo Subianto bisa berkhidmat dengan baik hingga 2029 sesuai aturan konstitusi," tegas Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI tersebut.
Lebih lanjut, Said menggarisbawahi perbedaan fundamental antara pilihan politik sebagai penyeimbang dengan oposisi konvensional yang menurutnya cenderung destruktif. Menurut Said, sikap oposisi memiliki kehendak politik yang berlawanan total dengan pemerintahan berkuasa, serta cenderung menempuh jalan untuk terus menunjukkan kelemahan penguasa demi mendapatkan dampak negatif elektoral.
Pilihan politik yang ditempuh oleh PDIP ini diklaim telah dipahami dengan sangat baik oleh Presiden Prabowo Subianto. Said mengungkapkan bahwa Presiden bahkan menyampaikan terima kasih atas sikap objektif tersebut dan menilai kehadiran partai penyeimbang seperti PDIP sebagai sosok "teman yang lebih jujur" dalam mengawal jalannya roda pemerintahan.
"Bapak Presiden sangat sadar bahwa tidak semua pujian itu baik. Melebih-lebihkan pujian ibarat teman malah bisa mengaburkan sikap obyektivitas yang malah diperlukan oleh Bapak Presiden," kata Said Abdullah menambahkan, menegaskan pentingnya fungsi kontrol sosial dan politik yang sehat di parlemen.
Penegasan dari Said Abdullah ini sekaligus menjadi jawaban langsung atas sentilan yang dilontarkan oleh Ketua Fraksi PKB DPR RI, Jazilul Fawaid, pada Kamis (19/6/2026). Jazilul sebelumnya meminta PDIP segera mempertegas posisi politiknya agar tidak terkesan bermain di dua kaki, menyusul adanya isu keterlibatan salah seorang tokoh kader PDIP dalam aksi demonstrasi bersama mahasiswa di Jakarta, baru-baru ini.
Jazilul berargumen bahwa seluruh partai politik yang berada di dalam barisan koalisi saat ini sedang berjuang keras membangun persatuan serta soliditas demi mewujudkan program kerja Presiden Prabowo. Kendati dinamika di kompleks parlemen semakin menghangat, PDIP memastikan pilihan menjadi penyeimbang tetap berjalan lurus demi menjaga sistem checks and balances yang sehat di Indonesia.(js)
Belum ada Komentar untuk "Bukan Oposisi 'Abu-Abu', PDIP Tegaskan Posisi Penyeimbang Kawal Pemerintahan Prabowo hingga 2029"
Posting Komentar